Satpam Perusahaan Sawit Diduga Sekap dan Keroyok Dua Pria di Konawe Selatan, Kasus Dilaporkan ke Polisi
![]() |
| Satpam Perusahaan Sawit |
Konawe Selatan - Dugaan penyekapan dan pengeroyokan terhadap dua pria oleh sejumlah petugas keamanan (satpam) sebuah perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mencuat ke publik setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Februari 2026 itu kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Korban diketahui sempat dituduh mencuri buah sawit milik PT Merbaujaya Indahraya di Desa Wonua Kongga, Kecamatan Mowila. Namun, persoalan dugaan pencurian tersebut disebut telah berakhir damai. Belakangan, salah satu korban bernama Ranon melaporkan dugaan penyekapan dan pengeroyokan yang dialaminya setelah keluarga mengetahui adanya rekaman video kejadian.
Sepupu korban, Junar, menjelaskan bahwa Ranon saat itu sedang bekerja di sebuah pabrik penggergajian kayu (somel) sebelum diajak rekannya membantu mengangkut buah sawit menggunakan mobil dengan imbalan uang.
"Dia lagi kerja di somel kayu, terus datang temannya ajak bantu angkut sawit. Dia dijanjikan dibayar Rp200 ribu karena hanya mengangkut menggunakan mobil kecil," ujar Junar.
Menurut Junar, setelah pekerjaan selesai dan korban menerima upah, seseorang yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan mendatangi korban dan mengajaknya ke pos keamanan untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengambilan buah sawit.
Junar mengatakan korban awalnya mengikuti ajakan tersebut karena mengira hanya akan dimintai klarifikasi. Namun, sesampainya di lokasi, korban mengaku tidak diperbolehkan pulang dan terus diinterogasi hingga keesokan harinya.
"Dia dibawa ke pos sekuriti dan disekap di sana. Dituduh mencuri sawit. Padahal dia sudah jelaskan hanya ikut diajak temannya," kata Junar.
Menurut keterangan keluarga, saat hendak meninggalkan pos keamanan, korban bersama seorang rekannya justru diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang. Video yang beredar memperlihatkan dua pria diduga mengalami tindakan kekerasan oleh beberapa orang di lokasi tersebut. Hingga kini, keaslian dan keseluruhan konteks video tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.
Setelah video tersebut viral, keluarga korban memutuskan melaporkan dugaan penyekapan dan pengeroyokan ke Polsek Landono pada Jumat (3/7/2026).
Kapolsek Landono, Ipda Khailullah, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban.
"Laporannya sudah saya terima tadi pagi dan sudah di-BAP Reskrim. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," ujar Khailullah.
Penyidik akan mengumpulkan keterangan dari pelapor, saksi-saksi, serta pihak perusahaan untuk mengetahui kronologi secara utuh sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, persoalan dugaan pencurian buah sawit sebelumnya telah diselesaikan secara damai. Namun, keluarga mengaku baru mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan setelah video kejadian beredar di media sosial beberapa bulan kemudian.
"Memang awalnya mereka sempat dilaporkan karena dituduh mencuri, tapi sudah damai. Kami baru tahu ada video mereka dikeroyok, sehingga kami membuat laporan ke polisi," kata Junar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT Merbaujaya Indahraya terkait dugaan penyekapan dan pengeroyokan tersebut.
Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan dugaan tindak pidana melalui mekanisme hukum yang berlaku. Apabila seseorang diduga melakukan pencurian, proses penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum, bukan melalui tindakan main hakim sendiri. Di sisi lain, dugaan penyekapan maupun pengeroyokan juga harus dibuktikan melalui penyelidikan yang objektif dengan memeriksa seluruh alat bukti, rekaman video, hasil visum, serta keterangan para saksi. Pendekatan tersebut penting untuk menjamin perlindungan hak semua pihak sekaligus menjaga asas praduga tak bersalah.
Hingga saat ini, Polsek Landono masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penyekapan dan pengeroyokan tersebut. SepintasNews akan memperbarui informasi ini apabila telah ada perkembangan resmi dari kepolisian maupun klarifikasi dari pihak perusahaan terkait.


Posting Komentar