Polisi Selamatkan Perempuan yang Diduga Disekap Mantan Pacar di Kendari, Pelaku Masih Diburu
![]() |
| Ilustrasi Penyekapan |
Kendari - Aparat gabungan dari Polsek Kandai, Tim Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tenggara, dan Polresta Kendari berhasil menyelamatkan seorang perempuan berusia 18 tahun yang diduga disekap oleh mantan pacarnya di Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Minggu (28/6/2026) malam. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena aparat mendapat perlawanan dari sekelompok warga yang melempari petugas dengan batu hingga menyebabkan beberapa personel mengalami luka ringan dan kendaraan dinas mengalami kerusakan.
Korban berinisial AN (18) diduga dijemput paksa oleh mantan kekasihnya berinisial MA dari tempat kerjanya. Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik, pelaku tidak menerima hubungan asmara mereka berakhir. Selama berada di lokasi penyekapan, korban mengaku mengalami penganiayaan dan dipaksa melayani pelaku. Seluruh dugaan tersebut kini masih didalami penyidik melalui proses pemeriksaan terhadap korban, saksi, dan alat bukti.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Edwin L. Sengka, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga korban.
"Kami mendapatkan laporan dari orang tua korban bahwa anaknya diduga diculik. Saat proses penyelamatan, terjadi perlawanan dari warga sekitar," ujar Edwin.
Menurutnya, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan personel menuju lokasi yang diduga menjadi tempat korban disekap. Prioritas utama aparat saat itu adalah memastikan keselamatan korban tanpa menimbulkan risiko yang lebih besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga korban kehilangan kontak dengan AN setelah dijemput oleh mantan kekasihnya. Merasa ada sesuatu yang tidak wajar, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kandai.
Setelah melakukan penelusuran, aparat berhasil mengidentifikasi lokasi tempat korban berada di Kelurahan Jati Mekar. Tim gabungan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelamatan secara persuasif dengan mengutamakan negosiasi.
Namun situasi berubah ketika sejumlah warga diduga terprovokasi dan menghalangi proses evakuasi. Kondisi tersebut membuat suasana di lokasi menjadi tegang.
Saat tim kepolisian berusaha mengevakuasi korban keluar dari lokasi, aparat mendapat serangan berupa lemparan batu dari sejumlah orang.
Dantim 1 Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sulawesi Tenggara, Bripka Boy Sagita, mengatakan personelnya sempat bertahan di lokasi sambil tetap mengutamakan keselamatan korban.
"Personel kemudian tetap melakukan pengamanan dan standby untuk menunggu perintah selanjutnya," kata Boy Sagita.
Akibat serangan tersebut, beberapa anggota kepolisian mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Sebuah mobil patroli juga mengalami kerusakan pada bagian depan.
Dalam situasi yang semakin memanas, aparat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa dan membuka ruang evakuasi bagi korban. Langkah tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan.
Meski menghadapi perlawanan, aparat akhirnya berhasil membawa korban keluar dari lokasi menggunakan kendaraan kepolisian.
Namun di tengah kekacauan akibat penyerangan terhadap petugas, pelaku diduga memanfaatkan situasi untuk melarikan diri. Hingga kini, keberadaannya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kapolresta Kendari memastikan penyelidikan terus dilakukan, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat menghalangi proses penegakan hukum.
"Kami memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan, termasuk melakukan pendalaman terhadap sejumlah informasi dan mencari keberadaan pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran," tegas Edwin.
Selain memburu pelaku utama, penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana lain yang mungkin terjadi selama korban berada dalam penguasaan pelaku.
Korban telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi secara utuh, sementara penyidik juga akan melakukan pemeriksaan medis dan mengumpulkan alat bukti lain yang diperlukan sesuai prosedur hukum. Proses tersebut penting untuk memastikan setiap dugaan tindak pidana dapat dibuktikan secara objektif.
Polisi juga mengumpulkan rekaman video, dokumentasi di lokasi kejadian, serta keterangan saksi yang menyaksikan proses penyelamatan maupun kericuhan yang terjadi saat aparat melakukan evakuasi.
Tidak hanya fokus pada kasus dugaan penyekapan, kepolisian juga melakukan penyelidikan terhadap aksi penyerangan yang dialami personel saat menjalankan tugas.
Sejumlah individu yang diduga melakukan pelemparan batu maupun menghalangi proses penyelamatan tengah diidentifikasi melalui rekaman video dan keterangan saksi. Polisi menegaskan setiap tindakan yang menghambat proses penegakan hukum akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Setelah berhasil diselamatkan, korban mendapatkan pendampingan dari aparat kepolisian untuk memastikan kondisi fisik dan psikologisnya. Pendampingan terhadap korban kekerasan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan dukungan psikososial, merupakan bagian penting dalam proses penanganan perkara agar korban dapat memberikan keterangan secara nyaman dan memperoleh perlindungan sesuai hak-haknya.
Di sisi lain, penyidik juga mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam proses hukum. Seluruh dugaan tindak pidana akan dibuktikan melalui penyidikan, pemeriksaan saksi, alat bukti, dan proses peradilan yang berlaku.
Kasus ini menunjukkan pentingnya respons cepat aparat ketika menerima laporan dugaan penyekapan atau kekerasan terhadap perempuan. Penyelamatan korban harus menjadi prioritas utama, meskipun dalam pelaksanaannya aparat menghadapi berbagai hambatan di lapangan. Di sisi lain, dugaan penyerangan terhadap petugas juga menjadi perhatian karena dapat menghambat proses penegakan hukum. Penanganan perkara secara profesional, disertai pendampingan bagi korban dan penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat, menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, pelaku utama masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Polresta Kendari mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Sementara itu, penyidik terus melengkapi alat bukti dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan penyekapan, penganiayaan, serta penyerangan terhadap aparat saat proses penyelamatan berlangsung.


Posting Komentar