30 Mahasiswa KKN-PPM UGM Siap Berdayakan Penuh Potensi Maritim dan Desa di Buton Selatan
![]() |
| Mahasiswa KKN-PPM UGM |
Buton Selatan - Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) "Cahea Busel" resmi memulai pengabdian di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Selama 50 hari, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi maritim, sumber daya lokal, serta pembangunan desa berkelanjutan di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa.
Program KKN-PPM tersebut mengusung tema "Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur". Tema tersebut menjadi dasar pelaksanaan seluruh program kerja yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi daerah.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
"Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, serta menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Nur Rokhman.
Menurutnya, pengabdian masyarakat melalui KKN-PPM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman dalam menyusun solusi berbasis kondisi riil di lapangan.
Tim "Cahea Busel" terdiri atas mahasiswa dari berbagai rumpun keilmuan, mulai dari Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, hingga Agro. Kolaborasi multidisiplin tersebut dirancang agar setiap program dapat saling melengkapi dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa akan mendukung pengembangan berbagai sektor strategis, seperti tata kelola pemerintahan desa, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengembangan pariwisata, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendekatan lintas disiplin dinilai penting karena tantangan pembangunan desa tidak dapat diselesaikan hanya dari satu bidang ilmu. Sinergi antara aspek sosial, ekonomi, teknologi, kesehatan, dan lingkungan diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih efektif sekaligus berkelanjutan.
Salah satu fokus utama KKN-PPM UGM di Buton Selatan adalah optimalisasi potensi maritim. Kabupaten Buton Selatan memiliki garis pantai yang panjang dengan kekayaan sumber daya laut, perikanan, serta kawasan pesisir yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui berbagai program pemberdayaan, mahasiswa akan membantu masyarakat mengidentifikasi potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Tidak hanya sektor perikanan, pengembangan wisata pesisir, konservasi lingkungan, hingga inovasi produk berbasis sumber daya lokal juga menjadi bagian dari agenda pengabdian.
Selain memberikan pendampingan kepada masyarakat, mahasiswa juga akan melakukan pemetaan berbagai potensi desa sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang dapat dilanjutkan setelah masa KKN berakhir.
Salah satu program unggulan Tim Cahea Busel adalah penyelenggaraan Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026.
Festival tersebut dirancang sebagai wadah promosi budaya, potensi wisata, produk UMKM, serta kekayaan pesisir Buton Selatan dalam satu rangkaian kegiatan berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan daerah menyambut agenda Sail to Indonesia 2026, sehingga mampu meningkatkan eksposur Buton Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui festival tersebut, mahasiswa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal melalui pelibatan generasi muda, promosi produk desa, dan pemanfaatan teknologi digital.
Dorong Pengembangan UMKM dan Pariwisata
Selain sektor maritim, program KKN juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan pengemasan produk, pemasaran digital, peningkatan kualitas usaha, hingga promosi berbasis media sosial.
Mahasiswa juga akan membantu pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki masing-masing wilayah melalui penyusunan konsep promosi, pemetaan destinasi, hingga edukasi mengenai pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Tidak hanya berfokus pada ekonomi, mahasiswa juga menyiapkan berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan.
Program yang disiapkan meliputi edukasi kesehatan masyarakat, peningkatan literasi anak, pendampingan administrasi desa, pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguatan kapasitas aparatur desa dalam mendukung pelayanan publik.
Melalui pendekatan tersebut, KKN-PPM diharapkan mampu memberikan manfaat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat secara langsung.
Keberhasilan program KKN-PPM tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat.
Seluruh program akan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga hasil yang diperoleh dapat terus dilanjutkan setelah mahasiswa kembali ke kampus. Pendekatan partisipatif menjadi salah satu prinsip utama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi lokal.
Nama "Cahea Busel" sendiri dipilih sebagai simbol semangat membawa harapan, perubahan, dan kolaborasi bagi masyarakat Buton Selatan.
Pelaksanaan KKN-PPM UGM di Buton Selatan menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Pendekatan multidisiplin memungkinkan mahasiswa menghadirkan solusi yang lebih komprehensif terhadap berbagai tantangan pembangunan desa, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan.
Bagi Buton Selatan, kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan potensi maritim, pengembangan UMKM, dan promosi pariwisata. Jika program-program yang dijalankan mampu diteruskan oleh pemerintah desa dan masyarakat, dampaknya berpotensi berlangsung jauh melampaui masa pengabdian selama 50 hari.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Tim KKN-PPM UGM optimistis seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa di Buton Selatan. Penguatan sektor maritim, pengembangan UMKM, promosi pariwisata, serta peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan pada masa mendatang.


Posting Komentar