Kendari Dapat Tiga Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, Infrastruktur Pesisir Siap Ditingkatkan
![]() |
| Wilayah Kampung Nelayan Pesisir |
Kendari - Kota Kendari mendapat alokasi tiga lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026. Program tersebut akan dilaksanakan di Kelurahan Tondonggeu, Kelurahan Sambuli, dan Kelurahan Puday sebagai kawasan penyangga yang diprioritaskan untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Penetapan tiga kawasan tersebut menjadi kabar baik bagi Kota Kendari setelah sebelumnya pemerintah daerah mengusulkan wilayah-wilayah pesisir yang mayoritas dihuni nelayan sebagai calon penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional KKP dalam memperkuat ekonomi biru melalui pembangunan kawasan perikanan yang terintegrasi.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi nelayan, mulai dari keterbatasan sarana tambat perahu, penyimpanan hasil tangkapan, hingga akses pemasaran produk perikanan. Dengan peningkatan fasilitas tersebut, produktivitas nelayan diharapkan meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Tiga kawasan yang akan memperoleh pembangunan berada di wilayah pesisir Kota Kendari, yakni Kelurahan Tondonggeu dan Kelurahan Sambuli di Kecamatan Nambo, serta Kelurahan Puday di Kecamatan Abeli. Ketiga wilayah tersebut dipilih karena memiliki jumlah nelayan yang cukup besar dan dinilai memenuhi kriteria sebagai kawasan pengembangan perikanan terpadu.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Kendari telah mengusulkan ketiga kelurahan tersebut kepada KKP setelah melakukan pemetaan terhadap wilayah pesisir yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dalam proses pengusulan, pemerintah juga memastikan status lahan serta kesiapan kawasan agar pembangunan tidak terkendala persoalan hukum maupun sengketa lahan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari sebelumnya menjelaskan bahwa salah satu syarat utama pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih adalah tersedianya infrastruktur pendukung serta kawasan yang didominasi oleh masyarakat nelayan. Selain itu, lokasi harus memiliki potensi pengembangan ekonomi berbasis sektor kelautan dan perikanan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang tidak hanya memperbaiki kondisi permukiman nelayan, tetapi juga membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih modern dan terintegrasi.
Melalui program tersebut, pemerintah berencana menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti dermaga, tempat pelelangan ikan, pabrik es, gudang penyimpanan hasil tangkapan, jaringan air bersih, sanitasi, hingga infrastruktur jalan lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan sekaligus meningkatkan kualitas hasil tangkapan.
Konsep pembangunan kawasan terpadu juga memungkinkan aktivitas perikanan, pengolahan hasil laut, distribusi, hingga pemasaran berjalan lebih efisien sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mendukung visi pembangunan ekonomi biru. Pada 2026, KKP menyiapkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan nasional.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis hasil laut, meningkatkan produktivitas nelayan, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan pesisir.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menargetkan penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha perikanan yang lebih berkelanjutan.
Keberadaan tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kendari diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.
Dengan meningkatnya fasilitas pendukung, nelayan diharapkan dapat mengurangi kehilangan hasil tangkapan akibat keterbatasan penyimpanan maupun distribusi. Selain itu, keberadaan sentra ekonomi baru juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang ikan, jasa logistik, hingga sektor kuliner berbasis hasil laut.
Tidak hanya itu, penataan kawasan pesisir yang lebih baik juga berpotensi mendukung pengembangan wisata bahari sehingga memberikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.
Penetapan tiga lokasi di Kota Kendari menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebelumnya, proses usulan telah melalui tahapan verifikasi terhadap kondisi kawasan, potensi perikanan, serta kesiapan lahan. Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan KKP agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat nelayan.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mempercepat realisasi pembangunan sehingga fasilitas yang direncanakan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Terpilihnya tiga kawasan di Kota Kendari sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi peluang strategis bagi penguatan sektor perikanan di Sulawesi Tenggara. Selama ini, berbagai persoalan seperti keterbatasan infrastruktur, rantai distribusi yang belum efisien, hingga minimnya fasilitas pascapanen menjadi tantangan utama bagi nelayan.
Melalui pembangunan kawasan yang terintegrasi, pemerintah tidak hanya memperbaiki sarana fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif. Jika pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, program ini berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan, memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus menjadikan kawasan pesisir Kendari lebih tertata dan berdaya saing. Program ini juga sejalan dengan agenda nasional pembangunan ekonomi biru yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya kelautan.
Dengan ditetapkannya Kelurahan Tondonggeu, Sambuli, dan Puday sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat pesisir Kota Kendari kini menaruh harapan besar terhadap peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan sektor perikanan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat aktivitas ekonomi nelayan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan kawasan pesisir yang modern, produktif, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara


Posting Komentar