PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor

PT Xacti Indonesia resmi menutup operasional pabriknya di Depok, Jawa Barat. Sebanyak 350 pekerja terkena PHK akibat tekanan ekonomi global.

PT Xacti Indonesia tutup, PHK PT Xacti Depok, pabrik Depok tutup, PHK 350 karyawan, industri elektronik Depok
Ilustrasi PHK

Depok - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi di sektor industri manufaktur nasional. Kali ini, PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, resmi menghentikan seluruh operasional pabriknya dan melakukan PHK terhadap sekitar 350 karyawan.

Kabar penutupan pabrik tersebut dibenarkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, pada Senin (25/5/2026). Menurutnya, perusahaan tidak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan pasar ekspor yang berkepanjangan.

PT Xacti Indonesia sendiri dikenal sebagai perusahaan manufaktur elektronik yang memproduksi perangkat pencitraan digital, komponen elektronik, serta papan sirkuit cetak atau printed circuit board (PCB). Perusahaan tersebut sebelumnya cukup aktif dalam kegiatan produksi berbasis ekspor.

Penutupan pabrik ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi sektor industri nasional yang dalam beberapa bulan terakhir mulai menghadapi tekanan cukup berat. Selain tingginya biaya produksi, pelemahan permintaan global dan fluktuasi nilai tukar rupiah juga disebut menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan sejumlah industri manufaktur berorientasi ekspor. Karena itu, kasus PT Xacti Indonesia dinilai menjadi salah satu gambaran nyata tekanan ekonomi global terhadap sektor riil di Indonesia sepanjang 2026.

Presiden KSPI Said Iqbal memastikan sekitar 350 pekerja PT Xacti Indonesia terkena PHK setelah perusahaan memutuskan menghentikan seluruh operasionalnya di Depok.

“Benar telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xacti di Depok dan perusahaan tersebut tutup,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menurut Said, informasi tersebut diperoleh langsung dari anggota KSPI dan pekerja di kawasan industri sekitar lokasi pabrik.

Ia juga menyebut kasus PT Xacti Indonesia menjadi bukti bahwa ancaman gelombang PHK yang sebelumnya diperingatkan serikat buruh mulai benar-benar terjadi di lapangan.

Pernyataan KSPI menunjukkan bahwa tekanan terhadap sektor industri tidak lagi hanya berupa ancaman, tetapi mulai berdampak langsung terhadap tenaga kerja. Dalam beberapa bulan terakhir, organisasi buruh memang cukup sering mengingatkan potensi peningkatan PHK akibat ketidakpastian ekonomi global. Ketika perusahaan berbasis ekspor mulai kehilangan daya saing akibat kenaikan biaya produksi dan melemahnya pasar internasional, tenaga kerja biasanya menjadi sektor pertama yang terkena dampak efisiensi perusahaan.

KSPI menyebut penyebab utama penutupan PT Xacti Indonesia adalah tekanan ekonomi global yang membuat biaya produksi meningkat tajam.

Menurut Said Iqbal, konflik geopolitik internasional dan pelemahan pasar ekspor menyebabkan perusahaan kesulitan mempertahankan operasional produksinya.

“Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dolar naik drastis,” kata Said Iqbal.

Ia menjelaskan PT Xacti Indonesia merupakan perusahaan berorientasi ekspor sehingga sangat bergantung pada kondisi pasar global.

“Pasar ekspor lesu, sehingga mereka tidak mampu bersaing dan akhirnya tutup,” ujar Said Iqbal.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana ketidakpastian ekonomi internasional dapat berdampak langsung terhadap industri dalam negeri. Perusahaan manufaktur berbasis ekspor biasanya sangat sensitif terhadap perubahan kurs dolar, harga bahan baku impor, dan permintaan pasar global. Ketika biaya produksi meningkat sementara permintaan melemah, margin keuntungan perusahaan dapat tertekan hingga memicu efisiensi besar-besaran bahkan penutupan usaha.

PT Xacti Indonesia diketahui bergerak di bidang manufaktur elektronik dengan fokus utama pada produksi perangkat pencitraan digital, komponen elektronik dan papan sirkuit cetak atau PCB.

Perusahaan tersebut selama ini beroperasi di wilayah Depok, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu industri yang memiliki orientasi ekspor cukup kuat.

Seluruh kegiatan produksi perusahaan kini disebut telah berhenti total setelah keputusan penutupan operasional diumumkan manajemen.

Sektor elektronik memang menjadi salah satu industri yang cukup terdampak oleh perubahan rantai pasok global dalam beberapa tahun terakhir. Ketergantungan terhadap bahan baku impor serta persaingan ketat dengan negara produsen lain membuat banyak perusahaan elektronik menghadapi tekanan berat. Selain itu, perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan ekspor juga memengaruhi permintaan terhadap produk manufaktur elektronik dari Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut memberikan tanggapan terkait penutupan PT Xacti Indonesia dan PHK massal terhadap ratusan pekerja di Depok tersebut.

Yassierli mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang sedang menindaklanjuti kasus tersebut.

“Saya tunggu dari Pak Wamen dulu,” ujar Yassierli saat dimintai tanggapan mengenai PHK di PT Xacti Indonesia.

Ia juga menyebut pemerintah terus melakukan koordinasi lintas kementerian untuk memonitor perkembangan sektor industri dan ketenagakerjaan nasional.

Pernyataan Menteri Ketenagakerjaan menunjukkan pemerintah mulai memberi perhatian terhadap meningkatnya potensi PHK di sejumlah sektor industri. Dalam kondisi ekonomi global yang belum stabil, pemerintah memang dihadapkan pada tantangan menjaga keberlangsungan industri sekaligus melindungi tenaga kerja. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dinilai penting untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang lebih luas terhadap dunia usaha dan pasar kerja nasional.

Di tengah penutupan operasional perusahaan, KSPI menyebut pekerja PT Xacti Indonesia telah menerima hak pesangon sesuai kesepakatan bersama.

Said Iqbal mengatakan pekerja memperoleh kompensasi sebesar dua kali ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Para pekerja yang terkena PHK mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan,” ujar Said Iqbal.

Selain pesangon, pekerja juga menerima penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati bersama.

Pemberian kompensasi yang sesuai dinilai cukup penting untuk mengurangi dampak sosial akibat PHK massal. Dalam banyak kasus penutupan perusahaan, persoalan pesangon sering menjadi sumber konflik antara pekerja dan manajemen. Karena itu, tercapainya kesepakatan kompensasi di PT Xacti Indonesia dianggap membantu proses transisi pekerja yang kini harus mencari pekerjaan baru di tengah kondisi pasar kerja yang juga cukup kompetitif.

Kasus PT Xacti Indonesia menambah daftar perusahaan yang melakukan efisiensi dan PHK sepanjang 2026. Sebelumnya, sejumlah sektor industri juga mulai melaporkan tekanan akibat melemahnya ekonomi global dan naiknya biaya produksi.

KSPI sendiri sebelumnya telah memperingatkan potensi gelombang PHK di sektor manufaktur, tekstil, elektronik dan industri berbasis ekspor lainnya.

Meningkatnya kasus PHK mulai menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. Ketika jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga buruh, tetapi juga dapat memengaruhi konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, banyak pihak berharap pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi agar gelombang PHK tidak semakin meluas ke sektor industri lainnya.

PT Xacti Indonesia resmi menutup operasional pabriknya di Depok, Jawa Barat, dan melakukan PHK terhadap sekitar 350 karyawan akibat tekanan ekonomi global dan melemahnya pasar ekspor. Perusahaan elektronik tersebut disebut tidak mampu bertahan di tengah kenaikan biaya produksi dan lesunya permintaan internasional.

KSPI memastikan para pekerja telah menerima hak pesangon sesuai kesepakatan bersama. Sementara pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengaku masih memantau perkembangan kasus tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gelombang PHK di sektor industri nasional.

Baca Juga:
Tersalin 👍
Tim Redaksi
Tim Redaksi
PT. Karya Igo Mandiri

Berita Terbaru

  • PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor
  • PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor
  • PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor
  • PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor
  • PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor
  • PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, 350 Karyawan Kena PHK di Tengah Lesunya Pasar Ekspor

Posting Komentar