Visi dan Misi Siska-Sudirman Fokus Wujudkan Kendari sebagai Kota Layak Huni, Maju, dan Berkelanjutan
Kendari - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari periode 2025–2030, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM dan Sudirman, SE, menyiapkan arah pembangunan Kota Kendari melalui visi besar pembangunan daerah periode 2025–2029 dengan fokus menjadikan Kendari sebagai kota yang layak huni, maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan. Visi tersebut menjadi landasan utama dalam penyusunan berbagai program pembangunan yang akan dijalankan selama lima tahun kepemimpinan mereka.
Pemerintahan Siska-Sudirman menilai bahwa Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan jasa yang harus terus berkembang secara terukur serta berkelanjutan. Karena itu, pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Visi pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan Kendari agar mampu menghadapi tantangan urbanisasi, pertumbuhan penduduk, kebutuhan layanan publik, hingga persaingan ekonomi daerah yang semakin kompetitif.
Dalam pemaparan visi dan misi pada tahapan Pilkada Kota Kendari 2024, Siska Karina Imran menegaskan bahwa arah pembangunan yang akan dijalankan berfokus pada peningkatan kualitas kota dan kesejahteraan masyarakat.
"Visi kami adalah terwujudnya Kota Kendari tahun 2029 sebagai kota layak huni yang makin maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan," ujar Siska Karina Imran.
Konsep kota layak huni atau livable city menjadi salah satu pendekatan pembangunan yang banyak diterapkan berbagai kota modern. Konsep tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kenyamanan masyarakat, akses layanan publik, kualitas lingkungan, transportasi, keamanan, hingga kesempatan ekonomi yang merata.
Bagi Kota Kendari, konsep kota layak huni menjadi penting mengingat pertumbuhan wilayah perkotaan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan Sulawesi Tenggara, Kendari menghadapi berbagai tantangan perkotaan yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan terintegrasi.
Visi pembangunan yang diusung Siska-Sudirman tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan pemerataan pembangunan.
Dokumen RPJMD Kota Kendari 2025–2029 menjelaskan bahwa visi tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan jangka menengah yang selaras dengan RPJPD Kota Kendari 2025–2045. Pemerintah Kota Kendari ingin memastikan pembangunan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat saat ini, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan kota untuk generasi mendatang.
Pendekatan pembangunan berkelanjutan dinilai penting karena berbagai kota di Indonesia saat ini menghadapi tantangan seperti kemacetan, banjir, penurunan kualitas lingkungan, hingga kebutuhan ruang terbuka hijau yang semakin meningkat.
Karena itu, pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial menjadi salah satu arah kebijakan yang mulai banyak diterapkan oleh pemerintah daerah.
Kota Kendari merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus pusat aktivitas ekonomi terbesar di wilayah tersebut. Kota ini memiliki peran penting sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, pemerintahan, serta konektivitas wilayah di Sulawesi Tenggara.
Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat menjadikan kebutuhan pembangunan Kota Kendari semakin kompleks. Pemerintah daerah harus mampu memastikan ketersediaan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, pengelolaan sampah, hingga transportasi yang memadai.
Pengamat pembangunan perkotaan dari Universitas Halu Oleo, Prof. La Ode Muhammad Elwan, dalam berbagai kajian pembangunan daerah menilai bahwa Kota Kendari memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan kawasan timur Indonesia apabila mampu mengelola pembangunan perkotaan secara berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.
Karena itu, arah pembangunan yang terencana menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
Selain pembangunan fisik, pemerintahan baru Kota Kendari juga menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu prioritas utama.
Siska Karina Imran yang memiliki latar belakang sebagai dokter menekankan pentingnya pelayanan masyarakat yang cepat, responsif, dan mudah diakses seluruh warga Kota Kendari. Sebagai mantan Wakil Wali Kota Kendari, dirinya memahami berbagai tantangan pelayanan publik yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
Peningkatan kualitas pelayanan publik mencakup pelayanan administrasi, kesehatan, pendidikan, perizinan usaha, hingga layanan berbasis digital yang lebih efisien dan transparan.
Transformasi pelayanan publik juga menjadi bagian penting dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Salah satu persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Kota Kendari adalah masalah banjir dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Siska Karina Imran sebelumnya menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan persoalan banjir dan kebersihan kota sebagai bagian dari agenda pembangunan awal pemerintahannya.
Permasalahan banjir menjadi isu yang cukup penting karena perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat membutuhkan sistem drainase dan tata ruang yang lebih baik. Selain itu, perubahan iklim dan peningkatan intensitas hujan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan kota.
Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Bandung, Nirwono Joga, dalam berbagai kajian pembangunan perkotaan menyebut bahwa kota yang layak huni harus mampu mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan agar risiko bencana perkotaan dapat diminimalkan.
Karena itu, pembangunan drainase, revitalisasi kawasan sungai, penguatan ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Visi pembangunan Siska-Sudirman juga menempatkan peningkatan daya saing ekonomi daerah sebagai salah satu sasaran utama.
Berbagai fraksi DPRD Kota Kendari dalam pembahasan RPJMD 2025–2029 turut menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat agar pembangunan mampu memberikan manfaat yang lebih merata.
Pemerintah Kota Kendari berupaya memperkuat sektor UMKM, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, dan investasi daerah untuk menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Penguatan ekonomi lokal dinilai penting karena Kota Kendari memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa di Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan infrastruktur dan pelayanan yang baik, kota ini memiliki peluang besar untuk menarik investasi dan memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.
Ekonom regional dari Universitas Halu Oleo, Dr. La Ode Muh. Golok Jaya, dalam berbagai analisis pembangunan daerah menyebut bahwa peningkatan daya saing kota harus diikuti dengan penguatan kualitas sumber daya manusia dan kemudahan berusaha agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih inklusif.
Pemerintahan Siska-Sudirman juga menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah.
Dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan Kota Kendari, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang.
Pembangunan SDM dinilai menjadi investasi paling penting karena akan menentukan kualitas tenaga kerja, daya saing daerah, dan kemampuan masyarakat menghadapi perkembangan ekonomi maupun teknologi di masa depan.
Selain pendidikan formal, pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat program pelatihan keterampilan, pemberdayaan generasi muda, serta peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Visi dan misi yang disampaikan Siska-Sudirman selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam program-program pembangunan melalui RPJMD Kota Kendari 2025–2029.
Dokumen tersebut menjadi pedoman resmi pembangunan daerah yang memuat sasaran, strategi, indikator, serta program prioritas yang akan dilaksanakan selama masa pemerintahan lima tahun ke depan.
Melalui RPJMD, pemerintah daerah diharapkan mampu menjalankan pembangunan secara terukur, berkesinambungan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan nasional.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif.
Setelah resmi memimpin Kota Kendari, perhatian masyarakat kini tertuju pada implementasi berbagai visi dan program pembangunan yang telah disampaikan selama masa kampanye.
Keberhasilan pemerintahan Siska-Sudirman akan sangat ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan visi besar tersebut ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pembangunan kota yang lebih layak huni, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi, perbaikan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi harapan besar masyarakat terhadap pemerintahan baru Kota Kendari.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Sudirman menyiapkan visi pembangunan Kota Kendari 2025–2029 dengan fokus mewujudkan kota yang layak huni, maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan. Melalui penguatan pelayanan publik, pembangunan SDM, peningkatan ekonomi lokal, perbaikan lingkungan, dan pembangunan yang terencana melalui RPJMD, pemerintah daerah berharap mampu membawa Kendari menjadi kota modern yang nyaman dihuni sekaligus mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.



Posting Komentar