Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Bilateral, Bahas Perbatasan hingga Perlindungan Pekerja Migran
![]() |
| Kunjungan Menlu Malaysia Mohammad Hasan Di Istana Merdeka (Sumber: Kanal Youtube Sekretariat Kepresidenan) |
Istana Merdeka - Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohammad Hasan, melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Selasa (27/2/2024) guna membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara serta berbagai isu strategis kawasan dan internasional. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dan Malaysia untuk mempererat kerja sama yang telah terjalin selama puluhan tahun di berbagai sektor.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia telah berlangsung sejak 1957 dan berkembang melalui kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, keamanan, hingga hubungan sosial budaya. Sebagai dua negara serumpun dan anggota ASEAN, Indonesia dan Malaysia memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah isu prioritas yang menjadi perhatian bersama.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan batas wilayah darat maupun laut antara Indonesia dan Malaysia.
"Kita bahas ada tiga isu bilateral. Yang pertama masalah perbatasan dengan satu komitmen kita akan selesaikan baik batas darat dan laut. Kemudian menyangkut pekerja migran mengenai hak pendidikan bagi anak-anak pekerja migran tersebut serta menyangkut masalah kerja sama ekonomi untuk mengoptimalisasi perekonomian di perbatasan," ujar Retno Marsudi dalam konferensi pers.
Penyelesaian persoalan perbatasan menjadi agenda penting karena berkaitan dengan kepastian hukum, keamanan wilayah, serta penguatan hubungan bilateral kedua negara. Selama bertahun-tahun, Indonesia dan Malaysia terus melakukan dialog dan negosiasi guna menyelesaikan sejumlah isu batas wilayah yang masih memerlukan kesepakatan bersama.
Keberhasilan penyelesaian masalah perbatasan diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan sekaligus memperkuat kerja sama lintas negara di berbagai sektor.
Selain isu perbatasan, perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia juga menjadi salah satu agenda utama pembahasan.
Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak pekerja migran, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal di Malaysia. Isu ini menjadi perhatian karena Malaysia merupakan salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia.
Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan perlindungan bagi pekerja migran melalui kerja sama bilateral yang mencakup aspek ketenagakerjaan, pendidikan, perlindungan hukum, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, dalam berbagai kajian mengenai hubungan Indonesia-Malaysia menilai bahwa isu pekerja migran akan terus menjadi salah satu prioritas diplomasi kedua negara karena menyangkut jutaan warga yang bekerja dan tinggal di luar negeri.
Kedua negara juga membahas upaya mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayah perbatasan yang selama ini memiliki hubungan sosial dan ekonomi yang erat.
Kerja sama ekonomi perbatasan dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Malaysia. Pemerintah berharap berbagai potensi perdagangan, investasi, dan pengembangan usaha masyarakat dapat terus ditingkatkan melalui kebijakan yang saling menguntungkan.
Penguatan ekonomi kawasan perbatasan juga menjadi bagian dari strategi kedua negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
Selain isu bilateral, Indonesia dan Malaysia turut membahas berbagai agenda kawasan ASEAN, termasuk persiapan Malaysia yang akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2025.
"Selain tiga isu bilateral, kita juga membahas mengenai ASEAN. Kita bahas tahun depan Malaysia akan menjadi Ketua ASEAN. Untuk isu internasional kita bahas kembali mengenai situasi di Gaza. Posisi Indonesia dan Malaysia sama mendukung kemerdekaan Gaza," tegas Retno Marsudi.
Pembahasan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarnegara anggota ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global. Sebagai negara pendiri ASEAN, Indonesia dan Malaysia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas, memperkuat integrasi ekonomi, serta meningkatkan posisi ASEAN di tingkat internasional.
Koordinasi yang baik juga diharapkan mampu memperkuat efektivitas organisasi dalam menghadapi berbagai isu geopolitik dan ekonomi yang berkembang.
Isu internasional yang turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah situasi di Gaza dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Indonesia dan Malaysia kembali menegaskan posisi yang sejalan dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta mendorong penghentian berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut. Sikap tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri kedua negara yang selama ini konsisten mendukung penyelesaian konflik Palestina berdasarkan prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Dukungan bersama dari Indonesia dan Malaysia juga menunjukkan adanya kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional yang berkaitan dengan perdamaian dan hak-hak masyarakat sipil.
Pertemuan antara Indonesia dan Malaysia menghasilkan pembahasan sejumlah isu strategis mulai dari penyelesaian masalah perbatasan, perlindungan pekerja migran, penguatan ekonomi kawasan perbatasan, hingga kerja sama ASEAN dan dukungan terhadap Palestina. Kedua negara berkomitmen memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas kawasan.


Posting Komentar