SPBE Cimuning Bekasi Terbakar, Ledakan Hebat Picu Kepanikan Warga
![]() |
| Kebakaran SPBE Cimuning |
sepintasnews.web.id - Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam sekitar pukul 21.15 WIB dan memicu kepanikan warga sekitar akibat kobaran api besar disertai ledakan.
Insiden ini langsung menjadi perhatian karena lokasi yang terbakar merupakan fasilitas penyimpanan dan pengisian gas elpiji, yang memiliki risiko tinggi terhadap ledakan dan penyebaran api.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar. Api terlihat membumbung tinggi dan menerangi langit malam di sekitar kawasan Cimuning.
Sejumlah saksi mata menyebut terdengar beberapa kali suara ledakan dari dalam area SPBE sebelum api membesar.
“Terjadi ledakan dan kebakaran di SPBE Cimuning,” tulis laporan warga yang beredar di media sosial pada Rabu (1/4/2026) malam.
Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung atau instalasi gas yang berada di lokasi.
Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa data korban masih dalam proses pendataan.
“Sementara ada enam orang yang dirawat di rumah sakit,” ujar Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Kapolres Metro Bekasi Kota.
Hingga kini, identitas korban belum diumumkan secara resmi.
Petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan kobaran api yang cukup besar.
Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya api berhasil dilokalisasi.
“Ada sekitar 10 unit damkar yang dikerahkan karena api cukup besar,” ujar Kombes Kusumo Wahyu Bintoro.
Pada Kamis (2/4/2026) dini hari, petugas memasuki tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Pihak Pertamina melalui regional Jawa Bagian Barat membenarkan adanya insiden kebakaran di fasilitas SPBE tersebut. Mereka menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi di SPBE Cimuning,” ujar Susanto August Satria, perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat.
Selain itu, pihak perusahaan memastikan bahwa penanganan darurat langsung dilakukan bersama tim pemadam kebakaran.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan instansi terkait. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran atau gangguan teknis pada instalasi gas.
Namun demikian, pihak berwenang belum memberikan kesimpulan resmi.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar pihak kepolisian.
Investigasi dilakukan untuk memastikan faktor pemicu serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kebakaran yang disertai ledakan membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Beberapa warga bahkan menjauh dari lokasi karena khawatir terjadi ledakan susulan.
Situasi sempat mencekam karena api yang membesar dalam waktu singkat.
“Api sangat besar dan membuat warga panik keluar rumah,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menunjukkan tingginya risiko kebakaran di fasilitas penyimpanan bahan bakar.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak terkait, terutama terkait standar keamanan di fasilitas penyimpanan gas elpiji.
Beberapa pihak menilai perlu adanya evaluasi terhadap sistem keselamatan dan pengawasan operasional SPBE.
“Perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan fasilitas gas,” ungkap seorang pengamat energi.
Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa yang dapat membahayakan masyarakat.
Kebakaran SPBE di Cimuning, Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam menjadi peristiwa serius yang tidak hanya menyebabkan korban luka, tetapi juga memicu kepanikan warga akibat ledakan dan kobaran api besar.
Dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung, publik kini menunggu hasil investigasi resmi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan tinggi pada fasilitas energi berisiko tinggi.
