Aksi Preman Tanah Abang Viral, Sopir Mobil Plat Luar Dipalak Rp300 Ribu
![]() |
| Pemalakan Liar Di Tanah Abang |
sepintasnews.web.id - Aksi pemalakan terhadap pengendara mobil berplat luar daerah di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial yang diketahui terjadi pada Senin (10/3/2026). Peristiwa ini memperlihatkan seorang sopir dihentikan oleh sekelompok pria yang diduga preman dan dimintai uang sebesar Rp300 ribu sebagai “uang jalan”.
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat pengemudi kendaraan tampak kebingungan ketika dihadang dan diminta sejumlah uang oleh pelaku. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat yang menilai praktik premanisme di kawasan pusat perdagangan masih marak terjadi.
Peristiwa pemalakan itu terjadi di kawasan padat aktivitas perdagangan Tanah Abang saat arus kendaraan cukup ramai. Mobil dengan plat luar daerah disebut menjadi target karena dianggap tidak familiar dengan kondisi wilayah.
Pelaku diduga memanfaatkan situasi lalu lintas yang padat untuk menghentikan kendaraan dan meminta uang secara paksa.
“Modus seperti ini biasanya menyasar kendaraan luar daerah yang dianggap tidak memahami situasi lokal,” ujar Alvin Lie, pengamat transportasi.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah praktik premanisme di ruang publik.
Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan pada Selasa (11/3/2026) untuk mengidentifikasi pelaku. Pihak kepolisian juga menyisir lokasi kejadian guna memastikan tidak ada lagi aksi serupa.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami tindakan serupa.
“Kami sedang menelusuri identitas pelaku dan akan menindak tegas jika terbukti melakukan pemerasan,” ujar Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Ia menegaskan tidak akan mentolerir praktik premanisme di wilayah hukum Jakarta.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga turut merespons kejadian tersebut dan langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan di kawasan Tanah Abang.
Kawasan ini dikenal sebagai pusat perdagangan besar yang setiap hari dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
“Kami akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menertibkan praktik premanisme,” ungkap Arifin, Wali Kota Jakarta Pusat.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai praktik premanisme yang masih terjadi di sejumlah titik strategis di ibu kota. Pengamat menilai fenomena ini berkaitan dengan lemahnya pengawasan di area padat aktivitas ekonomi.
Selain itu, kurangnya penegakan hukum secara konsisten dinilai menjadi salah satu faktor.
“Premanisme muncul karena ada ruang dan kesempatan yang tidak diawasi dengan baik,” ujar Bambang Widodo Umar, pengamat kepolisian.
Ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan.
Kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar memiliki peran penting dalam perekonomian. Aksi premanisme seperti ini dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan pengunjung dan pelaku usaha.
Pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar situasi tetap kondusif.
“Keamanan sangat penting untuk menjaga kepercayaan pembeli dari luar daerah,” tutur Suryadi, salah satu pedagang di Tanah Abang.
Ia mengaku khawatir jika kejadian serupa terus berulang.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pihak yang tidak berwenang. Jika mengalami pemalakan, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwajib.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada saat melintas di kawasan padat aktivitas.
“Segera laporkan jika menemukan tindakan mencurigakan atau pemerasan,” tegas Kombes Susatyo Purnomo Condro.
Langkah ini diharapkan dapat membantu penegakan hukum lebih cepat.
Aksi pemalakan terhadap mobil berplat luar di kawasan Tanah Abang yang terjadi pada Senin (10/3/2026) menjadi pengingat bahwa praktik premanisme masih menjadi tantangan di ruang publik. Aparat kepolisian dan pemerintah daerah kini bergerak untuk menindak pelaku serta menjaga keamanan kawasan.
Dengan langkah tegas dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan di pusat perdagangan dapat tetap terjaga.
