Banjir Rendam Kabupaten Demak, Ribuan Warga Terdampak dan Mengungsi
![]() |
| Banjir Kabupaten Demak |
Demak - Banjir kembali merendam wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan tanggul jebol, dengan peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/3/2026) dan berdampak luas pada permukiman warga. Kondisi ini membuat ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Air mulai menggenangi permukiman sejak malam hari dan terus meningkat hingga mencapai ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Karanganyar, Gajah, dan sekitarnya.
Banjir yang terjadi di Demak dipicu oleh jebolnya tanggul sungai akibat tekanan debit air yang tinggi. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang terus berlangsung selama beberapa hari sebelumnya.
Air dari sungai meluap dan langsung masuk ke permukiman warga dengan cepat.
“Tanggul tidak mampu menahan debit air sehingga akhirnya jebol,” ujar petugas di lokasi.
Kondisi ini membuat banjir sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Akibat banjir tersebut, ribuan warga terdampak dan harus menghadapi kondisi sulit. Banyak rumah terendam, sementara aktivitas masyarakat lumpuh total.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Air masuk ke rumah sejak malam dan terus naik,” ujar salah satu warga terdampak.
Situasi ini membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah daerah bersama BPBD segera mendirikan posko pengungsian dan menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Bantuan berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya mulai didistribusikan.
Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban warga yang terdampak.
“Kami telah menyiapkan posko dan bantuan untuk warga,” ujar perwakilan BPBD.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap.
Banjir juga berdampak pada infrastruktur, termasuk jalan dan fasilitas umum yang terendam. Beberapa akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga menghambat mobilitas warga.
Kondisi ini memperparah situasi di lapangan.
“Beberapa jalan tidak bisa dilalui karena terendam air,” ungkap petugas lapangan.
Hal ini membuat distribusi bantuan menjadi lebih sulit.
Banjir yang berlangsung selama beberapa hari meningkatkan risiko penyakit bagi warga. Kondisi lingkungan yang tidak bersih serta genangan air menjadi potensi penyebaran penyakit.
Pihak kesehatan mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan.
“Kami mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan,” ujar petugas kesehatan.
Langkah ini penting untuk mencegah dampak lanjutan.
Pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan, termasuk perbaikan tanggul yang jebol serta pengendalian debit air. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat surutnya air.
“Perbaikan tanggul menjadi prioritas utama,” tegas pihak pemerintah daerah.
Upaya ini dilakukan secara intensif.
Banjir di Demak disebut bukan pertama kali terjadi. Wilayah ini memang dikenal rawan banjir, terutama saat musim hujan.
Faktor seperti kondisi geografis, sedimentasi sungai, dan kerusakan tanggul menjadi penyebab utama.
“Demak memang daerah rawan banjir,” ujar seorang pengamat lingkungan.
Hal ini menunjukkan perlunya penanganan jangka panjang.
Banjir yang melanda Demak pada Selasa (25/3/2026) menjadi peristiwa serius yang berdampak pada ribuan warga. Jebolnya tanggul dan curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir.
Dengan kondisi yang masih berlangsung, pemerintah diharapkan dapat segera melakukan penanganan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang. Banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan seperti di Kabupaten Demak
